SELAMAT DATANG DI DUNIA KUPU-KUPU

hati-hatilah, blog ini berpengaruh pada 'kejiwaan' anda, menyebabkan adiksi, dan jangan tiru adegan berbahaya. jadi sering-sering aja mengunjungi blog saya ya :)

klik ENTER untuk melanjutkan !

---------------------------kupu-kupu-------------------------

WARNING !

ENTER

Ini semua berawal saat pertama kali aku melihatmu. Seperti melihat iklan Magnum, aku langsung tersihir seketika. Aku yang selama ini hanya bisa sekali waktu menyicip es krim yoghurt di kantin sekolah langsung jatuh cinta pada pesona es krim vanila berbalut coklat Belgia itu.

Perasaan ini pun sama seperti Magnum. Belum sempat mencobanya pun aku sudah jatuh cinta!

Ketidaksengajaan itu seolah menjadi awal bagi serangan hati yang beruntun menimpaku. Iklan Magnum yang heboh dengan keeleganannya itu membuatku menelan ludah, menyesap air liur, menahan godaan untuk mencoba. Tapi alam belum sampai hati untuk membiarkanku mencicipi Magnum, bahkan untuk sekedar ke Indomaret di sebelah gedung sekolah untuk melihat melongok ke dalam boks es krim.

Dan kegalauan itu menerpaku saat aku hanya bisa merasakan nama, wajah, dan senyummu dalam hati. Namun entah kenapa alam juga belum mengijinkanku untuk melihat dan menjumpaimu hari ini. Padahal aku ingin. Ingin sekali menjumpaimu.

Mengagumimu pun rasanya seperti melihat Magnum di dalam boks es krim dan berkata dalam hati, “Ah, syukurlah masih ada. Setidaknya aku sempat melihatmu walau belum berkesempatan memilikimu”

Kupikir kegalauan itu akan berakhir jika saja aku berhasil mencicipi es krim yang menghebohkan seantero negeri itu. Tapi ternyata tidak! Setelah aku mencicipi es krim yang lembut dan lumer di lidah itu, kegalauan tingkat dua menyerangku. Beratus kali lebih akut daripada sebelumnya.


Parah. Setelah mencobanya sekali, aku jadi ketagihan. Padahal harga yang harus kukorbankan tidak sedikit dan butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Hanya mengucapkan sepatah kata halo dan saling berkomentar status di facebook benar-benar membuatku ketagihan. Hanya mencicip satu stik Magnum rasa almond membuatku ingin membeli lagi.

Aku benar-benar jadi candu pada Magnum dan candu pada dirimu.

Dan kesempatan yang berharga itu akhirnya datang. Sepertinya alam sedang berbaik hati membiarkanku berbincang kecil denganmu hari ini. Lapangan basket menjadi saksi dan facebook menjadi pelabuhan malam panjangku. Obrolan singkat nan ringan siang tadi dengan sukses menjadi prasasti dalam status facebookku.

Bukan salahku kalau aku jadi gila padamu. Sama gilanya diriku pada vanila berbalut coklat manis Magnum.

Tapi tak kusangka sirene Walls siang tadi menghadirkan senja yang kelu bagiku. Sosok Magnum yang kuidam-idamkan tak terlihat lagi dinginnya. Gelengan lemah dan senyum miris dari pak penjual es krim menjadi jawaban atas kegundahgalauanku. Alam tak lagi memberiku kesempatan untuk mereguk lagi manis dan lembutnya.

Ah. Kini galau dan luapan rasaku terantuk pada satu batang stik es krim yang keras dan pahit.

Rembulan kali ini melengkapi kepahitanku. Bintang-bintang yang membentuk garis senyummu, angin malam yang mendesaukan suara merdumu, dan burung malam yang melolongkan kepedihgalauan hati ini, membuatku merana menghabiskan sisa malam ini dengan menggenggam satu stik es krim Magnum tempo lalu. Sesekali, di antara serat-serat kayunya, masih bisa kusesap dan kuhirup manisnya. Kadang tergugu sendu saat mengenang gurih biji almondnya yang masih terbayang di lidah, dan mendesah lemah saat tak bisa melupakan rasa manisnya yang dingin menjalari lidah.

Uh, siapa sangka manis yang dulu sempat timbul tenggelam karena rasa yang menggebu-gebu itu, kini menjadi segumpal pahit yang terkulum dalam hatiku?




Yah .. pada akhirnya aku memang belum berkesempatan mencicipimu lagi, hei Magnumku ! :)

:)
thanks dek shul... aku suka inii  :)

date Jumat, 22 April 2011

2 komentar to “Magnum oh Magnum ..”

  1. free dreamer
    22 April 2011 08.33

    wkwwk magnum magnum

  1. free dreamer
    22 April 2011 08.43

    aaaaaam membaca ulang ini bikin nangiiiiiisss :(((((

Leave a Reply:

monggo tinggalkan komentar anda...

telur-ulat-kepompong-kupu kupu

telur-ulat-kepompong-kupu kupu

Copyright © 2011, Kupu-kupu. Diberdayakan oleh Blogger.