SELAMAT DATANG DI DUNIA KUPU-KUPU

hati-hatilah, blog ini berpengaruh pada 'kejiwaan' anda, menyebabkan adiksi, dan jangan tiru adegan berbahaya. jadi sering-sering aja mengunjungi blog saya ya :)

klik ENTER untuk melanjutkan !

---------------------------kupu-kupu-------------------------

WARNING !

ENTER


Inilah aku. Satu diantara sedikit yang masih sanggup berdiri tegak di atas sehelai daun tipis yang selalu bergerak di terpa angin. Satu diantara sedikit yang tetap bertahan dalam kasarnya tangan manusia. Satu diantara sedikit yang tetap melengkungkan senyuman dalam keterpurukan. Sedikit diantara banyak yang ingin menatap indahnya dunia.
Inilah aku. Seorang pemberani diantara sekian banyak penakut. Seorang yang tegar diantara banyak raga yang ciut. Seorang yang ingin dapat mengepakkan sayap ke ujung dunia ketika saatnya tiba.
Inilah aku, aku yang mungil namun percaya bahwa ini tak selamanya. Aku yang akan memiliki ujung kehidupan dengan segala warna. Aku yang akan menikmati buah kesabaran yang mulai kutanam sejak sekarang. Aku yang mulai mengenal dunia. Aku yang tak ingin terjerumus dalam lembah dimana aku haram memasukinya. Aku yang menginginkan memiliki banyak teman. Teman yang setia dan kita akan merengkuh kedewasaan bersama, terbang bersama.
Inilah aku. Aku yang telah mengelupas. Aku yang kini keluar dari dunia gelapku. Aku yang mulai dapat melangkahkan banyak kakiku. Mengitari daun nan hijau. Aku mulai tak peduli dimana aku bisa berpijak dulu. Aku mulai tak peduli siapa dan apa yang membuatku gelisah dan khawatir. Karena kini aku mulai mengetahui tujuan hidupku. Aku menginginkan kebahagiaan yang besar. Aku ingin menikmati saat-saat yang masih bisa kunikmati. Aku bebas berjalan mengelilingi daun yang mengkilat, beriringan dengan sesama yang menggandeng tanganku. Aku tahu apa yang kini aku butuhkan. Aku menginginkan banyak helaian daun untuk makananku, meski daun-daun itu tak pernah lelah untuk tetap melindungiku, meski kini dia mulai kuhabisi, agar aku bertahan ditengah dahsyatnya caci maki di luar sana. Ribuan cacian manusia mengarah padaku, namun satu hal : kenikmatan ini hanya sekali akan kurasakan sepanjang hidup, karena kelak, Tuhan tak akan mengijinkanku menjadi seperti ini, karena sebentar lagi, aku harus kembali ke dunia yang suram, dalam keheningan, dalam sarang, dalam gelapnya dunia, namun di dalamnya aku harus berperang, aku harus lebih mengenal Tuhanku, aku akan menjadi aku yang sesungguhnya, aku yang tak ingin dicaci manusia. Itulah yang kumau, namun harus mengalami penderitaan saat menjalaninya, meski aku tak ingin...

Inilah aku. Aku yang beranjak dari masa mudaku. Aku yang harus memulai kehidupan baruku dalam penderitaan di gelapnya hari, dalam nuansa pahit dimana aku tak dapat bergerak bebas. Daun yang mengkilat tetap menjagaku, dan kini ia mengajak seorang teman, batang nan kuat untuk ikut menjagaku. Karena ia tahu aku menginginkan hal itu, menginginkan bahwa nanti aku akan lahir sebagai raga yang didamba, raga tanpa caci, raga yang indah mempesona, dipuja oleh manusia yang dulu pernah mencaciku. Aku harus mulai belajar tentang apa arti hidup ini. Aku harus memahami apa yan harus kudapatkan menjelang kehidupanku yang sebenarnya nanti. Saat aku harus meninggalkan tempat yang telah membesarkanku ini, saat aku harus mengucapkan terimakasih atas penjagaanku selama ini, meski aku sempat mencaci, sempat buta oleh hingar bingar masa, sempat menyakiti saat aku diliputi keegoisan yang membara dalam diri.
Tuhan, waktu ini adalah waktu-waktu yang tepat untukku, memanjatkan segenap doa, memanjatkan rasa syukur, karena sampai saat ini Engkau masih mengizinkanku berdiri tegak dalam naunganMu yang Agung, diantara banyak Saudara yang lebih dulu pergi karena tak sanggup menghadapi tantangan ini, karena Engkau masih mengizinkanku menjadi makhluk yang haus akan masa depan  yang cerah, karena engkau masih memberikanku kesempatan untuk memiliki mimpi yang tinggi, mimpi yang disana aku menjadi berharga.
Terimakasih Tuhan..karena berkat karuniaMu yang tak terhingga ini aku masih mampu merasakan sebuah kerja keras. Aku masih mampu merasakan waktu-waktu dimana kau harus memikirkan bagaimana aku harus hidup
Terimakasih Tuhan...karena kini Engkau mengizinkanku keluar dari tempat sunyiku. Karene kini, akulah seekor kupu-kupu yang cantik, kupu-kupu warna-warni, yang siap mengepakkan sayapku, untuk menjelajahi dunia yang lebih luas, dunia yag akan membawaku menjadi dewasa, menjadi makhlukMu yang senantiasa dinanti, makhlukMu yang akan menjaga duniaMu. Aamiin.



Telur
Tak bersudut, mulus sempurna
Memeluk sejuta harapan, segudang asa
Tuk mulai babak awal kehidupan
Bagi setiap potensi diri yang sejatinya adalah
Pemenang
Ulat, tegar bersabar,
Kuat melekat, daun jadi tumpuan,
Kak berjalan, tapak demi tapak,
Tak dulu terbang.
Semua mimpi pasti terjadi
Ada waktunya, nanti.
Pilinan benang dari lapisan kesabaran
Menahan diri dengan keyakinan meski didera badai
Terombang ambing pada dahan yang rapuh
Dengan keberanian tanpa takut jatuh
Sesungging senyum keikhlasan
Untuk tiap diri yang dikorbankan


Corak indah yang mengepak kuat
Tinggi menaklukan dunia, lepas menembus cakrawala
Kesempurnaan tak datang dihitung waktu yang singkat
Harus dengan ribuan cara
Setelah pergantian yang mulia, pada akhirnya
Kupu-kupu, binatang anggun yang terbang bebas di udara. Membentangkan sayapnya tanpa ragu, menerpa angkasa tinggi di atas sana. Namun, untuk mencapai nikmatnya terbang, ia harus berjuang, tiga tahapan yang harus dilaluinya. Tak semua kupu-kupu dapat menerpa setiap tahap itu. Ketakutan untuk keluar dari cangkang telurnya membuatnya terperangkap: takkan pernah keluar. Godaan akan daun hijau yang berkilau membuatnya enggan berkepompong: mimpi terlalu indah telah membuatnya lelap tidur dalam kepompong hangatnya. Hanya kesempurnaan yang dapat membawanya melayang ke langit biru yang begitu menggoda.
Sadrkah bahwa kitalah kupu-kupu itu ? yang terlahir dalam telur, menjadi ulat, terselubungi selaput pupa, sampai akhirnya terbang bebas ke awan. Inilah diri kita sebenarnya, perjuangan yang begitu nyata seraya kita melewati lorong perubahan. Berpacu dengan waktu, akankah kita terbang di saat terakhir ? tanyakan pada dirimu sendiri, jawabnya ada disana.
Balikkan badanmu, kedipkan matamu, dan lihatlah ! wujud aslimu saat kau mulai hidupmu disini. Masih ingatkah kau akan cangkang mungilmu ? cangkang yang selalu melindungimu saat kau bersarang di dalamnya. Kelas sepuluh, inlah masa dimana diam itu emas, kita masih rentan, belum bisa berbuat banyak, seperti telur yang menempel di ujung daun saat sang induk terbang meninggalkannya.
Waktu berlalu bagai angin, setelah sekian lama, keluarlah kita dari cangkang mungil itu, dalam wujud baru yang berbeda. Ulat, saat dimana kita bergerak aktif, periode dimana kita gemar menggerogoti pucuk-pucuk daun disekitar kita. Pucuk-pucuk bagai ilmu yang bertebaran di pekarangan pikiran, menunggu untuk di cerna. Kelas sebelas, inilah waktu yang menentukan kedudukan kita, berpndah-pindah sampai menemukan tempat yang diidam idamkan, tempat dimana kita dapat tenang dalam tidur panjang yang akan tiba.
Kepompong, tidur nyenyak kita seraya menunggu hasil cernaan daun-daun yang kita santap sewaktu berwujud ulat. Apa yang kita mimpikan dalam tidur panjang: itulah jati diri kita, siapa kita sebenarnya, dan akan jadi apa kita selanjutnya. Kelas dua belas adalah titik penentuan, akankah kita menjadi kupu-kupu?
Masa dimana kita berjuang keras untuk berubah, mencapai kehidupan yang bebas seperti kupu-kupu. Gapailah kebebasan ! akankah kita menjadi kupu-kupu? Kau akan mendengar “ya” jika kesempurnaan itu tercapai. Akankah kita menjadi kupu-kupu? Jawabannya “tidak” jika kau membuat kesalahan besar di tahap sebelumnya. Dimana kau akan berhenti ? kepompong ? betapa sia-sianya hidupmu kalau kau berhenti.
Pusatkan pikiranmu pada satu tujuan ! kupu-kupu.
Sayatan kecil pada tubuhmu yang terbalut lembut yang berkabut. Terdengar ‘krek’ di setiap gerakanmu; ‘krek krek krek’ suara robekan selaput kembut yang mulai terbuka; memandangkan wajahmu pada mentari; membuatmu bertanya. Apakah ini kebebasan? Ya. Itulah mimpi di tidur panjangmu. Sekali kau keluar takkan ada kata kembali. Ambillah kesempatan itu ! raihlah kebebasan ! jadilah kupu-kupu, yang terbang bebas ke angkasa. Bentangkan sayapmu dan terbanglah ! jauh tinggi di atas sana sampai kau menyentuh langit biru yang mempesona. Selamat jalan kawan ! semoga kita selalu menjadi kupu-kupu; terbang bebas tanpa haluan; menyongsong hidup baru :D
Sesuatu yang indah selalu tersembunyi
Aku menyadari itu, kini
Karena aku tak selamanya bisa bersama kalian
Dan kalian pun takkan selalu berada di sampingku
Tapi ingatlah saat kita menemukan jati diri kita
Menemukan hangat dan indahnya persahabatan kita
Saat kita tentukan arah sayap kita masing-masing nanti
Kita takkan saling menjatuhkan
Kita akan selalu mendukung
Kita akan selalu menjaga
Hingga saat kita temukan tempat pemberhentian abadi kita kelak
Ketika suatu saat tiba
Kita takkan saling mendahului
Kita akan selalu bersama
Mengepakkan sayap
Menuju Yang Satu
Yang telah membuat segalanya indah bagi kita

Thanks for All teman kupu-kupu

date Minggu, 17 April 2011

2 komentar to “kupu-kupu itu : Aku :D”

  1. free dreamer
    17 April 2011 05.47

    hanya masalah waktu.heheheehe

  1. Anonim
    26 Juli 2012 17.02

    thankyou

Leave a Reply:

monggo tinggalkan komentar anda...

telur-ulat-kepompong-kupu kupu

telur-ulat-kepompong-kupu kupu

Copyright © 2011, Kupu-kupu. Diberdayakan oleh Blogger.